BERITA

Tujuh Titah Sang Presiden
2019/10/25 - 11:29 am | 1571977844 KLIK

_BOGOR_Kabinet Indonesia Maju usai diumumkan. Ucapan selamat tertuju untuk para menteri yang terpilih menduduki jabatan untuk lima tahun ke depan. Dr. Siti Nurbaya Bakar kembali ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Rabu pagi (23/10/2019) menjadi pagi yang ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh mereka yang akan menduduki jabatan menteri, tetapi kita semua, warga bangsa. Hal ini karena banyaknya kabar yang beredar sebelumnya. Simpang-siur dan tidak dapat dipertanggung-jawabkan.

Secara khusus, pengumuman Presiden RI terkait bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat melegakan kita semua. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tetap dipertahankan, bahkan dengan nomenklatur yang tidak berubah. Kepastian ini tentu saja mengakhiri beredarnya isu liar sebelumnya tentang kemungkinan perubahan KLHK. Ada isu “merger”, ada pula isu “bubar”.

Ada yang menarik bagi warga Badan Litbang dan Inovasi (BLI), yakni dibentuknya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tergabung dalam satu ikatan dalam nomenklatur Kementerian Ristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Terkait hal ini, kembali berkembang dua isu.  Pertama, apakah institusi litbang dari berbagai kementerian akan digabung dalam BRIN. Kedua, apakah BRIN hanya difokuskan  pada tingkat koordinasi kegiatan litbang seluruh institusi litbang kementerian.

BRIN baru saja dibentuk. Kini waktunya kita menunggu bagaimana BRIN bekerja, bagaimana dampak dan pengaruhnya terhadap BLI, apa yang perlu disesuaikan.

Hal terpenting yang disampaikan Presiden, muncul di penghujung pengumuman Kabinet Indonesia Maju. Jokowi dengan lantang dan tegas menyatakan  hal  yang harus diperhatikan, dipedomani, dan dilaksanakan oleh para Menteri, yakni:

  1. Tidak ada (jangan) korupsi. Para menteri harus menciptakan sistem kerja yang menutup celah terjadinya korupsi.
  2. Tidak mengeluarkan visi-misi menteri, yang ada adalah visi-misi Presiden dan Wakil Presiden.
  3. Bekerja cepat, keras, dan produktif.
  4. Jangan bekerja monoton, artinya tidak terjebak kepada rutinitas.
  5. Selalu memperhatikan target kerja dengan hasil nyata. Pekerjaan yang baik adalah memperhatikan dan menjamin terjadinya “delivered” terhadap sebuah penugasan pekerjaan, bukan hanya “send”.
  6. Selalu melakukan “cek dan ricek” langsung di lapangan. Bila ada masalah, segera temukan solusinya.
  7. Serius dan sungguh-sungguh dalam bekerja.

Ketujuh titah Presiden tersebut memang sangat penting dan sangat mendukung kinerja kabinet yang baru dibentuk, terutama tentang jangan korupsi.

Karena tidak disebutkan secara spesifik dalam pidato pelantikannya, banyak yang bertanya-tanya tentang komitmen Presiden terkait pemberantasan korupsi. Rabu pagi kemarin, pertanyaan tersebut terjawab sudah. Komitmen beliau ternyata tidak pernah surut. Beliau justru ingin agar pemberantasan perilaku korupsi dimulai dan ditekankan dari lingkungan kerja terdekat beliau, yairu para menterinya, yang selanjutnya ditularkan ke jalur-jalur di bawahnya.

Ketujuh pedoman yang disampaikan Presiden tentunya sesuai pula dengan tugas pokok dan fungsi para peneliti BLI. Dengan berpedoman pada “tujuh titah” tersebut, peneliti BLI diharapkan dapat menjadi peneliti yang 'maju' kinerjanya. 

Penulis: Bugi K. Sumirat

Editor: Hariono



 
Pengunjung hari ini : 6
Total pengunjung : 53663
Hits hari ini : 31
Total Hits : 710156
Pengunjung Online : 3
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015