BERITA

Investasi “Hijau” untuk Triple Win
2019/11/26 - 09:19 am | 1574734841 KLIK

_JAKARTA_Pada 1 November 2019, Pemerintah Indonesia kembali berinovasi dengan menerbitkan green sukuk di pasar ritel domestik, dalam bentuk sukuk tabungan berbasis hijau, yang selanjutnya disebut green sukuk tabungan. Ini adalah yang pertama di dunia, setelah sebelumnya di tahun 2018, Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang menerbitkan global green sukuk.

Disampaikan oleh Kasubdit Peraturan dan Analisis Hukum Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Nana Riana, Ph.D., green sukuk tabungan merupakan langkah Pemerintah untuk menanggulangi perubahan iklim. Selain itu, program ini juga untuk meningkatkan basis investor ritel di tanah air.

“Kami bermimpi, ke depan kita akan bertumpu pada kaki kita sendiri. Artinya, kalau basis investor semakin besar, kita bisa menggunakan dana kita sendiri untuk pembiayaan pembangunan. Hasil green sukuk ini akan mendukung pembiayaan yang ada di APBN”, sampainya pada kegiatan Pojok Iklim, 20 November 2019 di Manggala Wanabakti, Jakarta.

Nana menjelaskan, mekanisme pembelian green sukuk tabungan tidak berbeda dengan global green sukuk. Calon pembeli tidak perlu ke luar rumah karena pembelian dilakukan berbasis online.

“Calon pembeli cukup mengunjungi website mitra distribusi seperti bank, sekuritas, dan fintech. Dari situ, akan diarahkan untuk dibuatkan single investor identification (SID). Setelah itu, akan dibantu untuk membuat rekening surat berharganya. Setelah punya keduanya, bisa langsung beli”, jelasnya.

Nana optimis, green sukuk tabungan akan punya masa depan cerah. Pasalnya, ia melihat tren ramah lingkungan semakin meningkat. Ia melihat banyak daerah yang sudah punya political will untuk menjaga lingkungan.

“Beberapa daerah sudah mulai membatasi penggunaan plastik. Kita lihat seperti Bandung, Bogor, dan daerah lainnya sudah punya komitmen, baik melalui peraturan daerah maupun surat edaran”.

Senada dengan Nana, Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dhewanti menjelaskan bahwa green sukuk tabungan punya potensi besar di pasar domestik. Ia memandang potensi tersebut akan berdampak positif bagi pembangunan nasional berbasis hijau.

“Kita lihat gerakan peduli lingkungan itu jadi tren. Apalagi kalau kita lihat geliat generasi milenial untuk punya gaya hidup ramah lingkungan semakin tinggi. Peluang ini yang dimanfaatkan untuk bisa mengkombinasikan, tidak hanya untuk memenuhi dana pembangunan, tapi sekaligus memberi ruang pada masyarakat untuk ikut dalam pembangunan itu sendiri”, tuturnya.

Laksmi menyadari pembiayaan APBN punya keterbatasan. Di sisi lain, permintaan program pembangunan ramah lingkungan semakin meningkat, karena Indonesia mengikatkan diri pada komitmen global. Oleh karena itu, ia menegaskan KLHK sangat mendukung penerbitan green sukuk tabungan.

“Tentu ini bukan hanya soal investasi. Pada akhirnya yang diharapkan dari sini adalah adanya perubahan perilaku dan perubahan sikap sehingga pada saat investasi itu dimiliki masyarakat, mereka yang menentukan ke mana aliran dana investasi tersebut. Di sinilah KLHK berharap adanya triple win: win for social, win for economy, dan win for environtment” pungkas Laksmi

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 6
Total pengunjung : 53663
Hits hari ini : 47
Total Hits : 710172
Pengunjung Online : 3
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015