BERITA

Serunya Mengajak Anak-anak Mencintai Lingkungan Melalui Dongeng
2020/01/06 - 09:40 am | 1578278477 KLIK


_BOGOR_Mendapatkan udara yang bersih dan segar adalah hak semua makhluk hidup. Tapi nyatanya, tidak semua masyarakat bisa merasakan hal itu. Satu per satu, bahkan ribuan pohon mulai hilang dari bumi. Stok paru-paru dunia, mulai berkurang karena ulah tangan manusia itu sendiri. Manusia yang berbuat, manusia dan bahkan seluruh makhluk juga yang akan merasakan akibatnya.

Tapi, kita harus ingat! Masih banyak lo, manusia yang sangat peduli dengan hutan, alam, satwa dan lingkungannya. Satu di antaranya, acara yang diadakan oleh FORDA YOUTH dari Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI).

Dengan mengangkat tema "Serunya berbagi Cerita tentang Hutan, Satwa, dan Lingkungan". Badan Litbang dan inovasi (BLI) menggandeng anak anak sekolah dasar untuk lebih peduli dengan lingkungannya. Anak-anak dari SD Rimba Putra kota Bogor berkesempatan hadir dalam kegiatan ini yang di laksanakan di Plaza Kantor BLI di Jalan Gunung Batu no. 5, Bogor. 

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Badan (Sekbadan) Litbang dan Inovasi, Ibu Dr. Sylvana Ratina. Adik-adik sangat antusias mendengar cerita dan penjelasan tentang hutan oleh ibu Sylvia ini.

Sesi pembukaan selesai, waktunya masuk ke kegiatan yang ditunggu tunggu oleh adik adik pecinta alam ini, yaitu mendengarkan dongeng. Melihat semangat,senyum ceria adik adik membuat saya lebih bersemangat untuk memandu kegiatan ini.

Oh ya, saya juga senang banget bisa menemani Seorang pendongeng ternama sekaligus peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), yaitu Kak Bugi Sumirat, yang biasa dipanggil dengan sebutan 'Kang Bugi' dan sahabat dongengnya, si Otan.

"Selamat Pagi!" Sapa Kak Bugi ketika memasuki panggung.

"Pagi.. Pagi.. Pagi.. Aku Anak Indonesia", Sapaan pagi dijawab dengan penuh semangat oleh Adik adik sampai menggetarkan penangkaran rusa. Udara dan cuaca juga begitu mendukung. Bagaimana tidak, kegiatan kami dilaksanakan di bawah pepohonan yang rindang. Kami Benar-benar menyatu dengan alam.

Orangutan sebagai salah satu satwa yang terancam punah dan harus dilindungi menjadi salah satu ikon dalam mendongeng di kegiatan yang mengasyikan ini. Tapi, dalam bentuk boneka tangan, yaa teman-teman.

Kak Bugi dan Otan berbagi cerita tentang habitat otan, kehidupan otan, bahaya apabila tidak menjaga hutan, dan kegiatan ekoliterasi atau biasa disebut melek lingkungan.

Si Otanpun mewakili 'kaum lingkungan' (baik flora maupun fauna) yang perlu dilindungi, dijaga dan dirawat keberadaannya, karena ia adalah bagian dari ekosistem hutan dan merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa juga. 

Selain itu, Kak Bugi dan si Otan menghimbau Adik adik untuk menjaga lingkungan di sekitarnya dengan membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon atau tumbuhan di rumah, dan merawat hewan hewan peliharannya.

Adik-adik yang semuanya menunjukkan kecintaannya terhadap alam ini sangat antusias untuk mengikuti pesan-pesan yang disampaikan oleh si Otan tersebut.

Tak lupa, adik adik hebat ini diminta menuliskan sebuah harapan di selembar kertas kecil, dan ditempelkan ke sebuah pohon harapan. Mereka sangat berharap, manusia bisa menjaga paru paru dunia tetap tumbuh, agar manusia bisa menghirup udara bersih nan segar.

Mereka juga berharap agar tidak ada lagi satwa yang diburu.

Kertas harapan ini, nantinya akan ditempel di perpustakaan Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keren banget!

Bukan adik adik saja yang belajar, tapi saya pribadi juga ikut belajar. Menambah wawasan tentang lingkungan, pastinya.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengedukasi masyarakat. Salah satunya dengan storytelling atau mendongeng. Mendongeng memang punya kekuatan tersendiri. Dengan dongeng, kita bisa mengasah imajinasi anak, meningkatkan potensi sosial anak, dan tentu saja bisa lebih mendekatkan mereka dengan buku.

Nah, ngomongin tentang kedekatan dengan buku. Badan Litbang dan Inovasi juga telah meluncurkan sebuah unit pelayanan mobile library atau perpustakaan keliling yang dikelola oleh Perpustakaan R.I Ardi Koesoema, yaitu perpustakaannya BLI.

Perpustakaan keliling ini biasa berkeliling bila ada acara atau kegiatan tertentu yang membutuhkan kehadiran perpustakaan keliling ini, seperti yang hadir saat acara dongeng kali ini.

Menurut saya, hal ini sangat membantu dalam hal peningkatan literasi atau minat baca anak.

Mungkin hal yang dilakukan oleh adik adik tidak mengubah hutan-hutan Indonesia yang sudah terbakar atau mengalami kerusakan di sana sini (dengan tentunya upaya-upaya perbaikan yang terus-menerus dilakukan berupa reforestasi dan reboisasi baik oleh pemerintah maupun banyak pihak lainnya).

Tapi, langkah kecil yang mereka mulai dari diri dan lingkungan terdekat mereka bisa berdampak besar nantinya.

Ayo persering mendongeng untuk anak atau adik kita dengan dongeng yang bertemakan Lingkungan Hidup maupun Kehutanan. Dekatkan mereka dengan lingkungan agar kecintaan mereka terhadap lingkungan, di sekitarnya maupun lingkungan Indonesia secara umum, agar dapat terbentuk untuk ciptanya Lingkungan Hidup yang lebih baik di masa depan. Itu harapan kami dan semoga dapat mewujud.

Bogor, 17 Desember 2019

Dhania

 

Sumber artikel dan foto: https://www.kompasiana.com/vlomaya-official/5dfafcc9d541df2eeb1f7b12/ajak-anak-anak-mencintai-lingkungan-melalui-mendongeng-ala-bli


 
Pengunjung hari ini : 65
Total pengunjung : 56534
Hits hari ini : 174
Total Hits : 730201
Pengunjung Online : 3
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015