BERITA

Perubahan Iklim dan Kepunahan Pertanda Bumi dalam Bahaya
2015/01/20 - 12:45 am | 534 KLIK

Perubahan iklim serta tingginya tingkat kepunahan hewan dan tumbuhan mendorong pertanda bahwa Bumi berada dalam zona bahaya untuk umat manusia, menurut laporan ilmiah tentang dampak manusia pada alam yang diterbitkan Kamis (15/1).

Laporan ini merupakan penelitian dari sebuah tim internasional yang terdiri atas 18 ahli untuk memperluas penelitian sebelumnya pada 2009 lalu. Penebangan hutan, polusi dari nitrogen dan fosfor dalam pupuk, disebut sebagai tanda bahaya.

Dalam penelitian ini, disebut ada empat batas hal yang telah menjadi pertanda bahaya, yaitu perubahan iklim, spesies punah, perubahan penggunaan lahan, dan solusi pupuk.

"Saya tidak berpikir kita telah merusak planet tetapi kita menciptakan dunia yang jauh lebih sulit," kata Sarah Cornell, salah satu penulis di pusat pertahanan Stockholm yang memimpin proyek pemantau eksploitasi manusia pada Bumi.

Totalnya, para ahli meneliti sembilan batas hal yang berpotensi merusak Bumi. Para ahli mengatakan penggunaan air tawar, pengasaman laut, dan penipisan ozon, dinilai masih dalam batas aman. Hal lainnya, termasuk tingkat polusi udara, belum dikaji dengan baik.

Laporan ini menitikberatkan pada perubahan iklim dan kepunahan spesies sebagai dua bidang utama keprihatinan. Keduanya "memiliki potensi untuk mendorong sistem Bumi mengkhawatirkan secara substansial dan terus-menerus merusak," tulis para ahli seperti dikutip dari Reuters.

Menurut penelitian, konsentrasi karbon dioksida, gas rumah kaca, telah meningkat sekitar 397 bagian per juta di atmosfer, di atas 350 ppm yang menurut para ahli telah melewati batas aman.

Sementara tingkat kepunahan hewan dan tumbuhan, yang disebabkan karena polusi deforestasi, mencapai 10 sampai 100 kali lebih tinggi dari batas aman.

Tantangan dunia atas pemanasan global akan kembali didiskusikan dalam sebuah konferensi di Paris pada Desember 2015. Sekitar 200 negara akan terlibat dalam konferensi untuk membatasi pemanasan global, dan segera beralih ke energi terbarukan.

Mereka juga akan mendiskusikan solusi untuk mencegah banjir, kekeringan, kenaikan air laut, serta emisi gas rumah kaca. 


Sumber: www.cnnindonesia.com


 
Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 47604
Hits hari ini : 266
Total Hits : 628053
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015