BERITA

ITTO Project TFL-PD 032/13Rev.2(M) "Strengthening the Capacity of Lokal Institutions to Sustainably Manage Community Forestry in Sanggau for Improving Livelihood"
2015/01/22 - 03:05 am | 812 KLIK

Penguatan kapasitas institusi lokal dalam mengelola hutan secara lestari merupakan salah satu program prioritas pemerintah Indonesia. Program ini sejalan dengan misi ITTO yaitu mengembangkan kerjasama di sektor kehutanan guna mewujudkan kelestarian pengelolaan hutan khususnya hutan tropis. Sehubungan dengan hal tersebut,  ITTO bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kehutanan untuk bekerjasama dalam “Penguatan Kapasitas Institusi Lokal untuk Pegelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang Lestari dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Sanggau”. Dokumen Kerjasama (Agreement) antara Kementerian Kehutanan dengan pihak ITTO telah ditandatangani pada tanggal 16 Juli 2004, berdasarkan Agreement tersebut, kedua belah pihak yang bersepakat untuk melaksanakan proyek kerjasama selama dua (2) tahun, dari  tanggal 15 Desember 2014 sd 16 Januari 2017. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan (PUSPIJAK) bertindak sebagai pelaksana proyek dengan dukungan dari FKKM (Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat) bersama dengan FGLG (Forest Governance Learning Group) Indonesia.

Proyek kerjasama yang diberi nomer seri ITTO-PD 32/13. Rev 2(M), berlokasi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Proyek bertujuan memfasilitasi berkembangnya program pengelolaan hutan bersama masyarakat dengan cara memperkuat kapasitas institusi lokal dalam melaksanakan skema HKm sebagaimana ditetapkan melalui Permenhut No. P.37/Menhut-II/2007 tentang Hutan Kemasyarakatan. Di Kabupaten Sanggau, pemerintah mengalokasikan kawasan hutan seluas 76.000 ha sebagai lokasi pengembangan HKm melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.SK.364/Menhut-II/2011. Dalam perkembangannya, skema HKm yang berlangsung sampai saat ini terbatas pada kawasan seluas 3000 ha, hal ini masih jauh dari wilayah yang dialokasikan. Pada tanggal 15 Januari 2015 bertempat di Manggala Wanabakti, telah dilaksanakan Project Steering (Technical) Committee Meeting ITTO Project TFL-PD 032/13Rev.2(M) yang pertama dan dihadiri oleh Komite Tim Pengarah, diantaranya Kepala Badan Litbang Kehutanan, Manajer Proyek ITTO, Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, Kepala Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan, Direktur Perhutanan Sosial, Direktur Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan, Kepala Pusdal Regional III, Perwakilan Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman, Perwakilan Kerjasama Luar Negeri, Koordinator FGLG dan Ketua FKKM dan Koordinator Proyek.

Proyek ITTO-PD 32/13. Rev 2(M) diharapkan dapat berkontribusi dalam percepatan pembangunan HKm di Kabupaten Sanggau melalui tiga aktivitas utama, yaitu:

  1. Memperkuat aktivitas institusi lokal dalam mengelola hutan kemasyarakatan
  2. Mengembangkan akses institusi lokal dalam mengelola sumberdaya ekonomi
  3. Memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan hutan kemasyarakatan.

 


Output, Indikator dan Kegiatan Proyek ITTO-PD 32/13. Rev 2(M) tersaji dalam tabel dibawah ini:

Output 1: Peningkatan kelembagaan masyarakat setempat

Indikator: Pada akhir proyek, kapasitas masyarakat lokal meningkat melalui sejumlah pelatihan.

Kegiatan:

Kegiatan 1.1   

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peraturan kebijakan HKm melalui beberapa program diseminasi

Kegiatan 1.2   

Untuk melaksanakan salah satu paket pelatihan kewirausahaan di Sanggau

Kegiatan 1.3   

Untuk melaksanakan 6 kali pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pada rencana manajemen dan teknik manajemen HKm (misalnya Rencana Umum Lima Tahunan, rencana operasi tahunan, pemasaran dan kegiatan monitoring)

Output 2:    Peningkatan informasi sosial dan ekonomi dan data untuk pembangunan berkelanjutan dari hutan kemasyarakatan di Sanggau

Indikator :     Pada akhir proyek, informasi sosial dan ekonomi dan data untuk pembangunan berkelanjutan dari hutan kemasyarakatan di Sanggau meningkat pada dua desa model

Kegiatan:

Kegiatan 2.1

Untuk mengumpulkan data dan informasi terutama pada isu-isu ekonomi dan sosial di 4 desa di Kabupaten Sanggau

Kegiatan 2.2

Untuk menganalisa akses pasar untuk beberapa produk yang dihasilkan oleh masyarakat setidaknya dari 2 desa / kelompok tani

Kegiatan 2.3

Untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengetahuan dan akses ke pasar kayu, baik sebagai akses ke penyedia jasa keuangan mikro, dengan cara:
2.3.1. menyediakan 1 (satu)paket  informasi tentang bagaimana masyarakat bisa mengakses ke sumber-sumber  pendanaan / pembiayaan melalui studi-studi,
2.3.2 melaksanakan dua pertemuan antara entitas bisnis / praktisi yang berhadapan dengan pendanaan/ sumber daya keuangan.

Output 3: Peningkatan Dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan HKm

Indikator : a) Pada waktu proyek selesai, dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan HKm telah meningkat dengan meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan terkait melalui beberapa kegiatan sosialisasi dan sejumlah pelatihan serta lokakarya (8 kali diseminasi, 10 kali pelatihan, 4 kali workshop  di Kabupaten Sanggau)

b) Setidaknya tersedia satu rancangan kebijakan untuk mengatur hutan kemasyarakatan diakhir proyek

Kegiatan:

Kegiatan 3.1

Untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah tentang peraturan yang relevan terkait HKm, dengan melakukan 3 kali kegiatan sosialisasi

Kegiatan 3.2

Untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam memfasilitasi pengembangan rencana pengelolaan dan pemantauan serta evaluasi kegiatan HKm dengan melaksanakan 4 kali pelatihan dan lokakarya di tingkat desa

Kegiatan 3.3

Merumuskan satu paket kebijakan lokal untuk mendukung Kegiatan HKm di Sanggau

 

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada booklet berikut: Proyek Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sanggau


 
Pengunjung hari ini : 98
Total pengunjung : 45491
Hits hari ini : 233
Total Hits : 601079
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015