BERITA

Penyelarasan Program Kerja Demi Dampak Positif Maksimal Bagi Masyarakat
2019/03/13 - 04:25 am

BOGOR_Kegiatan penelitian the Australian Centre for International Agricultural Research - Badan Litbang dan Inovasi (ACIAR - BLI) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) yang berjudul ”Enhancing CBCF (Community Based Commercial Forestry)” memasuki masa dua tahun terakhir dari lima tahun kegiatan yang akan berakhir di tahun 2020.


Seberapa Milenialkah Kita Terhadap Sampah?
2019/03/12 - 07:51 am

BOGOR_Tahukah kita bahwa ada gerakan 'Zero Waste Adventure’? Tahukah kita bahwa ada 'Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik’? Tahukah kita bahwa ada Duta Peduli Sampah? Ketiga gerakan ini digagas dan dimotori oleh kaum milenial. Luar biasa!


Gaya Hidup Zero Waste ala Siska
2019/03/12 - 04:08 am

_JAKARTA_Siska mengeluarkan sebuah tumbler dari tasnya. Tumbler sebesar botol air mineral ukuran sedang itu seakan menjadi perwujudan atas komitmennya untuk hidup tanpa plastik. Ia adalah salah satu orang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan menjalani gaya hidup zero waste.


Indonesia Siap Dukung UNEA-4
2019/03/05 - 07:42 am

_JAKARTA_Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan, Noer Adi Wardojo sebagai salah satu utusan yang menemani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam UNEA-4, menegaskan bahwa Indonesia akan mendukung penuh forum tersebut. Tidak sekedar melaksanakan kewajiban, namun juga ‘tampil’.


Data Forest Inventory P3SEKPI sebagai Katalis SIMONTANA
2019/03/04 - 01:55 am

_BOGOR_Hasil penelitian dari kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dengan World Bank melalui Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) berupa data forest inventory dapat menjadi instrumen pengembangan National Forest Monitoring System (NFMS)/Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA). Data yang berisi informasi berbagai tutupan lahan di berbagai wilayah Indonesia itu dapat menjadi katalis sistem informasi untuk memantau kemajuan penurunan emisi karbon di Indonesia.


Perubahan Iklim Sebabkan Konflik Antara Dua Spesies Burung, Ini Alasannya!
2019/03/01 - 02:30 am

_BOGOR_Peneliti temukan fenomena adanya konflik antara dua spesies burung yang disebabkan oleh perubahan iklim. Memanfaatkan data penelitian 10 tahun terakhir, terjadi peningkatan kematian burung sikatan belang di sarang burung great tit. Bahkan pada temuan terakhir, ditemukan luka pada kepala sikatan belang karena burung great tit memakan otaknya.


SEEA: Tools untuk Melihat Nilai Ekonomi Sebuah Ekosistem
2019/02/25 - 07:12 am

_JAKARTA_Lars Hein, peneliti dari Wageningen University membuat sebuah framework yang dapat mengukur nilai ekonomi dari sebuah ekosistem. Framework yang diberi nama System of Environmental Economic Accounting (SEEA) dapat menjadi tools untuk pembuatan aplikasi yang mampu menampilkan sebuah wilayah secara spasial serta memberikan informasi nilai ekonomi yang terdapat di wilayah itu.


Menyiapkan Insentif untuk “Penjaga Iklim”
2019/02/18 - 07:39 am

_JAKARTA_Berbicara perubahan iklim (PI) berarti bicara keanekaragaman hayati dan nasibnya. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan salah satu komponen alam yang sangat sensitif ketika iklim berubah. Perubahan pola hidup fauna dan flora menjadi contoh dampak fenomena memanasnya bumi terhadap biodiversitas. Salah satu risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah kepunahan massal bagi mereka. Jika demikian, dapat dipastikan alam akan kehilangan keseimbangannya.


Siaran Pers "19th Carbon Fund Meeting Menyetujui ERPD Indonesia"
2019/02/12 - 04:23 am

Bogor_Dokumen Program Pengurangan Emisi (Emission Reduction Program Document/ERPD) ”East Kalimantan Jurisdictional Emission Reductions Program, Indonesia” dalam kerangka implementasi REDD+, dengan dukungan pendanaan dari FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) World Bank, telah disetujui oleh negara-negara donor pada pertemuan Carbon Fund Meeting ke-19 di Washington DC tanggal 5-7 Pebruari 2019.


Saling Untung Pelaku Jasa Lingkungan
2019/02/11 - 01:04 am

_Jakarta_Jasa Lingkungan merupakan skema usaha/bisnis sosial (social etrepreneurship) di mana masyarakat sebagai salah satu pelaku usaha memperoleh pembayaran atas usahanya menjaga lingkungan. Pembayaran atas jasa lingkungan (payment for environment services/PES) kini mendapat perhatian lebih, seiring dengan meningkatnya fenomena lingkungan global perubahan iklim. Bagimana skema PES bekerja?


 
Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 44481
Hits hari ini : 102
Total Hits : 591965
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015