KEGIATAN

Workshop Penyusunan Panduan Pelibatan Masyarakat Lokal Secara Efektif Dalam Implementasi REDD+ di Indonesia Bagian Timur
2014/11/26 - 04:29 am | 790 Klik

 

“Lokakarya yang kita laksanakan ini merupakan langkah ketiga untuk menterjemahkan prinsip-prinsip dalam Safeguard REDD+ menjadi panduan yang berguna bagi masyarakat luas dimana dalam salah satu prinsip tersebut adalah penghormatan terhadap pengetahuan dan pelibatan masyarakat lokal”, demikian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. R. Oszaer., MS., Ketua Presidium Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Maluku dalam pengantarnya pada Workshop Panduan Pelibatan Masyarakat Lokal Secara Efektif Dalam Implementai REDD+ di Indonesia Bagian Timur. Mewakili Kepala Puspijak, Ir. Achmad Pribadi.,MSc. mengatakan dalam sambutannya “Ini adalah kali pertama bagi Puspijak, kami melakukan kajian sosiologis dalam REDD+, setelah sekian lama berkutat dengan masalah kebijakan dan teknis. Kami menyadari bahwa masalah kehutanan tidak hanya masalah teknis saja, pendekatan aspek sosial diyakini dapat memberikan kontribusi bagi penyelesai berbagaikonflik kehutanan di Indonesia”. Workshop dibuka oleh Ir. Azzam Bandjar, Kepala Dinas Kehutanan Provisi Maluku yang dalam salah satu butir sambutannya menyatakan “Luas hutan di Provinsi Maluku 3,9 juta ha, dimana  66% masih berhutan yang artinya hutan di Maluku berada dalam kondisi yang ideal”. Dilanjutkan  bahwa hal demikian tidak menjamin deforestasi akan menurun karena kebutuhan akan kayu linear dengan kebutuhan kayu yang timbul di masyarakat serta tidak adanya lagi hutan daerah lain.

Workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyusunan Panduan partisipasi masyarakat dalam kegiatan terkait persiapan REDD+ yang dilaksanakan di Ambon tanggal 26 November 2014. Peserta yang hadir pada workshop ini adalah perwakilan dari akademisi, tokoh dan kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat lokal, perwakilan dari Dewan Kehutanan Nasional (DKN) serta pemeritah daerah provinsi dari Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari pelaksanaan workshop adalah memberikan masukan untuk penyempurnaan terhadap finalisasi draft Panduan Pelibatan Masyarakat Lokal secara Efektif Dalam Implementasi REDD+ di Indonesia Bagian Timur.

Panduan Pelibatan Efektif Masyarakat Secara Efektif Dalam REDD+ ini disusun oleh Tim dari Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Maluku bekerjaama dengan Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan dalam kerangka kegiatan Forest Carbon Partnership Faicility (FCPF) yang meliputi daerah Indonesia Bagian Timur meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur,Maluku dan Papua. Penyusunan panduan ini bertujuan untuk memberikan acuan sosio-teknis bagi para pemangku kepentingan untuk proses pelibatan masyarakat dalam kegiatan persiapan dan implementasi REDD+ di Indonesia khususnya untuk kawasan Timur Indonesia.

Disadari hingga sampai saat ini, panduan yang dapat memberi tuntunan terhadap proses pelibatan masyarakat terhadap kegiatan REDD+ di tataran praksis di Indonesia  belum ada. Hal ini memberikan kesadaran untuk membangun suatu panduan sebagai sarana formalisasi dan institusionalisasi keterlibatan masyarakat secara efektif ke dalam implementasi REDD+ sesuai dengan amanat prinsip Safeguard COP 16 yaitu penghormatan terhadap pengetahuan dan hak-hak masyarakat adat dan masyarakat lokal.


 
Pengunjung hari ini : 100
Total pengunjung : 45491
Hits hari ini : 244
Total Hits : 601090
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015