KEGIATAN

Petunjuk Teknis Pembangunan Petak Ukur Permanen (PUP)
2014/12/21 - 11:49 pm | 7465 Klik

Pada hari Jum’at tanggal 19 Desember 2014 di R.Rapat Puspijak diadakan acara pembahasan Juknis Pembangunan Petak Ukur Permanen dan Inventarisasi Data Lapangan yang dihadiri oleh ahli pengukuran dan perhitungan cadangan karbon di Kementerian Lingkunan Hidup dan Kehutanan. Petunjuk Teknis merupakan panduan untuk masyarakat yang melakukan pengukuran dan penghitungan cadangan karbon sesuai dengan SNI 7724:2011.

Petak Ukur Permanen (PUP) adalah petak ukur dibangun secara permanen untuk pengukuran dan pengumpulan data potensi biomasa dan karbon hutan, yang diukur secara berkala. Langkah-langkah pembangunan PUP adalah sebagai berikut:

1. Penentuan Teknik Pengambilan Contoh PUP

Teknik Pengambilan Contoh penentuan PUP dilakukan dengan metode Teknik Pengambilan Contoh secara Acak Bertingkat (Stratified Random Sampling). Pada wilayah hutan yang dihitung potensi karbonnya, terlebih dahulu dilakukan pengkelasan tutupan hutan dengan Analisis Kelas Tutupan Lahan Hutan (melakukan stratified sampling). Kemudian pada wilayah hutan yang telah dikelaskan, diletakkan PUP yang mewakili kondisi tiap kelas tutupan hutan (melakukan random sampling).

2. Pembangunan PUP

2.1. Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam pembangunan Petak Ukur Permanen (PUP) adalah sebagai berikut:

No

Alat

Fungsi

1

Patok sementara penanda petak

Penanda titik sudut petak sebelum diberi patok batas permanen. Patok sementara bisa dibuat dari kayu yang dapat ditemukan dalam lokasi diluar PUP.

Ukuran patok sementara adalah kira-kira 1 meter di atas tanah

2

Parang

Membuat patok sementara dan memotong tali rafia

3

Kompas

Menentukan arah penarikan garis batas PUP

4

Meteran

Mengukur panjang ukuran PUP.

Meteran yang digunakan minimal berkemampuan ukur 50 meter

5

Tali plastik (rafia)

Memberi tanda batas PUP.

Tali rafia yang digunakan lebih baik satu gulung besar

6

Patok/Pal batas permanen

Memberi tanda titik sudut dan tengah PUP

7

GPS (Global Positioning System)

Memberi data koordinat titik sudut dan tengah PUP

8

Baterai

Untuk GPS

9

Gunting

Memotong tali rafia

10

Cat dan kuas

Memberi tanda pada patok/pal batas permanen

 

2.2.            Bentuk dan Ukuran PUP

PUP dibangun berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20 meter X 20 meter. Kemudian dalam petak tersebut dibangun 3 buah sub-petak, masing-masing berukuran 10 meter X 10 meter, 5 meter X 5 meter dan 2 meter X 2 meter. Gambar 1 menunjukkan bentuk PUP yang dibangun.

Gambar 1.

Sub-petak berukuran 2 X 2 m2 digunakan untuk pengukuran serasah, tumbuhan bawah dan semai. Sub-petak berukuran 5 X 5 m2 digunakan untuk pengukuran pancang, sedangkan sub-petak berukuran 10 X 10 m2 digunakan untuk pengukuran tiang. Pengukuran pohon dilakukan pada petak berukuran 20 X 20 m2.

2.3. Langkah Pembangunan PUP

2.3.1.   Pada lokasi plot lihat secara visual kondisi serasah, tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang dan pohon yang mewakili untuk dimasukkan ke dalam plot dan sub-plot.

2.3.2.   Tentukan titik awal pengukuran dan ditandai dengan patok sementara

2.3.3.   Dari titik awal tersebut, tentukan arah Utara dengan menggunakan kompas

2.3.4.   Dengan arahan pemegang kompas, tarik meteran sepanjang 20 meter. Dapat dilakukan sekaligus dengan membawa tali rafia sebagai penanada batas plot, yang diikat pada patok sementara. Setelah meteran dan tali rafia mencapai 20 meter, tandai ujungnya dengan patok sementara. Titik tengah 10 meter dapat sekalian ditandai dan dipasang patok sementara.

2.3.5.   Lalu dari titik awal kembali ditentukan arah 90° dari arah Utara yang tadi telah ditentukan. Bisa ke arah Barat atau ke arah Timur, sesuai dengan arah plot yang dibangun.

2.3.6.   Tarik meteran dan tali rafia sepanjang 20 meter ke arah tersebut dan tandai ujungnya dengan patok sementara. Titik tengah 10 meter dapat sekalian ditandai dan dipasang patok sementara.

2.3.7.   Pemegang kompas kemudian pindah ke titik sebelah Utara. Lalu ditentukan arah 90° dari arah Utara yang tadi telah ditentukan. Bisa ke arah Barat atau ke arah Timur, sesuai dengan arah plot yang dibangun.

2.3.8.   Tarik meteran dan tali rafia sepanjang 20 meter ke arah tersebut dan tandai ujungnya dengan patok sementara. Titik tengah 10 meter dapat sekalian ditandai dan dipasang patok sementara.

2.3.9.   Pemegang kompas kemudian pindah ke titik tersebut. Lalu ditentukan arah 90° ke arah Selatan, tarik meteran dan tali rafia sepanjang 20 meter ke arah tersebut sehingga titiknya bertemu dengan titik awal. Titik tengah 10 meter dapat sekalian ditandai dan dipasang patok sementara

2.3.10. Keempat titik tengah 10 meter dihubungkan sehingga didapatkan titik tengah plot. Tandai dengan patok sementara

2.3.11. Setelah plot 20 X 20 m2 terbangun, dibangun sub-plot 2 x 2 m2 dan 5 X 5 m2. Sedangkan sub-plot 10 X 10 m2 sudah terbangun dari menghubungkan titik tengah 10 meter dari tiap sisi. Tiap sub-plot ditandai dengan tali rafia untuk memudahkan mengetahui batas sub-plot.

2.3.12. Keempat titik sudut plot 20 X 20 m2 dan titik tengah plot kemudian ditandai dengan patok/pal permanen yang telah disiapkan.

            Keempat titik sudut dan tengah plot diambil koordinatnya dengan menggunakan GPS.

2.3.13.  Pada PUP yang telah dibangun dipasang plang yang menunjukkan nama dan keterangan PUP.

2.3.14.  PUP diberi nomor PUP dan ulangan PUP. Ketentuan pemberian nomor PUP adalah sesuai dengan urutan pembangunan PUP yang disesuaikan dilakukan di lapangan.

Demikian Petunjuk Teknis Pembangunan Petak Ukur Permanen (PUP) secara ringkas. Bagi masyarakat atau pihak-pihak lain yang ingin berkonsultasi tetang Petunjuk Teknis Pembangunan Petak Ukur Permanen (PUP)  lehih lanjut bisa menghubungi via email : puspijak.online@gmail.com Atau publikasipuspijak@yahoo.co.id


 
Pengunjung hari ini : 101
Total pengunjung : 45491
Hits hari ini : 259
Total Hits : 601105
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015