KEGIATAN

Diskusi Aplikasi Sistem SESAME dan Pengembangan Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan
2016/03/15 - 03:39 pm | 1024 Klik

P3SEKPI_(Bogor, 15/3/2016)_ Salah satu Orientasi kerjasama ASEAN adalah lingkup penelitian dan pendidikan. Oleh karena itu, salah satu penelitian yang diajukan adalah penelitian untuk peringatan dini kebakaran, Puslitbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), menyelenggarakan diskusi “Aplikasi Sistem SESAME dan Pengembangan Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan”, pada hari Selasa (15/03).

Permasalahan kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu nasional dan global. Penanganan dengan berbagai cara dan sistem sudah banyak namun belum terpadu dan terintegrasi. Misalnya monitoring hotspot, interpretasi masing-masing instansi dan stakeholder berbeda-beda sehingga menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat. Akibatnya masing-masing instansi dan NGO mengeluarkan datanya sendiri-sendiri.

Berdasarkan pengalaman yang itu, perlu dilakukan early warning kebakaran hutan dan lahan. Arahan-arahan pihak terkait sudah diberikan tapi masih belum menyelesaikan masalah pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sehingga diperlukan early warning.

Kebakaran di lahan gambut tahun 2015 menjadi isu yang besar. Menurut Bambang Setiadi, “pada lahan gambut, 95% adalah air”. Gambut jika kering akan mengambang dan sensitif terhadap api.  Inti masalah gambut adalah mengetahui apa yang terjadi dengan permukaan air gambut. Hal ini sangat penting sehingga data harus akurat.

Dengan Aplikasi Sistem SESAME maka dimungkinkan untuk melakukan pengukuran tinggi permukaan air, temperature dan emisi karbonnya. Aplikasi ini juga dapat memprediksi kondisi permukaan air untuk tiga hari ke depan, sehingga apabila terindikasi terjadi penurunan air pada tiga hari mendatang maka bisa direncanakan hujan buatan untuk peringatan dini kebakaran gambut.

Selain Aplikasi Sistem SESAME, Prof. Dr. Azwar Maas (UGM) sudah mengembangkan aplikasi manual peringatan dini kebakara gambut yaitu aplikasi EWS berbasis multi parameter. Faktor yang berperan dalam kebakaran lahan gambut: alam, keadaan biofisik, lahan, status lahan, konflik/lintasan, alasan pembakaran. Menurut Azwar Maas “hampir tidak mungkin gambut tropik terbakar karena alam, gambut tropik hanya bisa terbakar karena perilaku manusia/faktor kesengajaan.  Dalam aplikasi EWS terdapat empat status (normal, waspada, siaga dan awas) kondisi yang mengiindikasikan kerentanan gambut terbakar. Dengan parameter-parameter dan indikator tersebut dapat dapat diprediksi terjadinya bahaya kebakaran walaupun belum terjadi hotspot.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah memiliki sudah memiliki sistem monitoring kebakaran hutan dan lahan di Indonesia (http://sipongi.menlhk.go.id). Aplikasi ini berisi informasi hotspot yang disediakan  bersumber dari: NOAA18 bersumber dari ASEAN Secretariat, Terra-Aqua Modis bersumber dari NASA dan sedang dilaksanakan proses integrasi antara sistem SIPONGI dengan sistem KMS ex-BPREDD. Aplikasi SIPONGI telah dipergunakan oleh stakeholder baik tingkat pusat maupaun daerah dalam deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.

Dengan adanya aplikasi SESAME yang menyajikan data secara realtime dan aplikasi EWS dengan multi parameter diharapkan dapat mendeteksi kebakaran sebagai peringatan dini, serta aplikasi SIPONGI yang menyajikan titik-titik hotspot dapat memberi informasi letak hotspot. Sehingga dengan adanya aplikasi-aplikasi ini dapat saling mendukung supaya kebakaran tidak terjadi ataupun dampaknya kebakarannya kecil.***Agp


Materi terkait:

  1. Sistem Monitoring Karhutla Di Indonesia
  2. Overview Sistem SESAME : Teknologi Dan Sistem Monitoring Gambut 
  3. Pengembangan EWS Berbasis Multi Parameter
  4. KMS Kebakaran Hutan Dan Lahan Monitoring Sistem
  5. Sistem SESAME Sebagai Perangkat Teknologi Pendugaan Emisi Karbon, Sistem Peringatan Dini Kebakaran, Dan Revegetasi Gambut
  6. Manajemen Data Dan Informasi Sistem SESAME Sebagai Data Base Untuk Pengembangan Forest Fire Alert System Di Indonesia

 
Pengunjung hari ini : 76
Total pengunjung : 47604
Hits hari ini : 246
Total Hits : 628033
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015