KEGIATAN

Workshop Komunikasi Riset Bidang LHK
2016/05/24 - 09:13 am | 371 Klik

P3SEKPI_(Bogor, 23/5/2016)_ Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc, Kepala Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), menegaskan bahwa hasil riset dan tenologi perlu dikomunikasikan secara internal dan regional serta internasional supaya hasil riset tersampaikan. Kendala lain, setelah hasil penelitian telah terkumpul, sering ditemui kejadian bahwa dalam kebijakannya tidak terkoneksi. Hal tersebut disampaikan pada saat memberikan arahan pembukaan workshop komunikasi riset bidang LHK di Hotel Salak Bogor, Senin, 23/05/2016).

Sampai saat ini masih ditemukan ketimpangan antara science, tenologi, dan pengambilan kebijakan. Misalnya, hasil riset yang telah dijadikan policy brief tapi tidak juga dijadikan sebagai judgement dalam pengambilan kebijakan ditingkat pejabat teknis atau setingkat menteri. Sehingga hasil riset perlu dikomunikasi dengan baik dan mudah dimengerti.

Menurut Andriani Dahniar (Direktur LSM Huma) perlu membumikan hasil riset karena:

  1. Walaupun advokasi menyasar target yang sama, namun para pihak yang terlibat berasal dari latar yang berbeda.
  2. Menjembatani kesenjangan dan perbedaan para pihak, sehingga menangkap pesan yang ditemukan dalam riset
  3. Memperluas keterlibatan para pihak dengan membangun pengetahuan akan sebuah issue.

Oleh sebab itu untuk menyampaikan hasil riset kepada pengambil kebijakan, perlu mengekstrak dan menyederhanakan hasil riset sehingga dipahami dengan jelas dan mudah. Salah satu bentuk komunikasi yang mempermudah pemahaman pengambil kebijakan salah satunya dengan membuat ringkasan proses sesederhana mungkin dan menarik, misalnya dengan video, film, ilustrasi, ataupun komik.

Menurut Arya Hadi Darmawan(IPB) bahwa salah satu hal penting dalam penelitian adalah state of the art. Berisi status update topik yang telah diteliti saat ini. Penelitian kita jangan sampai merupakan replikasi penelitian sebelumnya. Dengan ditentukan dan diketahuinya state of the art akan diperoleh keterbaruan hasil penelitian.

Selain itu menurut Herry Purnomo (CIFOR), dalam penelitian penting untuk menentukan user sehingga tujuan yang akan dicapai jelas. Untuk mendapatkan perubahan/perhatian user dapat diperoleh jika user terlibat dalam proses penelitian, bukan hanya dengan diberikan hasil penelitian kita saja. Ada beberapa langkah untuk mempromosikan riset (tidak harus dilakukan setelah riset selesai, tapi bisa dilakukan paralel dengan penelitian) antara lain menggunakan mass media, jaringan social, professional online,blogging, youtube dan diperkuat dengan open access.

Diharapkan dengan adanya workshop ini adalah paling tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan tentang kendala komunikasi dan implementasi hasil riset sehingga ada kemanfaatan internal dan eksternal. ***AGP


Materi terkait:

  1. Menyampaikan Pesan: “Hutan Adat”
  2. Optimasi Hasil Penelitian
  3. Menyusun Problem Statement dan State of the Art serta Menjalankan Riset hingga Mempublikasikan Hasil Riset

 
Pengunjung hari ini : 30
Total pengunjung : 34482
Hits hari ini : 58
Total Hits : 505391
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015