KEGIATAN

Pelatihan Pembangunan Permanent Sample Plots (PSP) dan Pengukuran Karbon Hutan
2016/08/03 - 08:16 am | 494 Klik


Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) c.q Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) bekerja sama dengan Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) pada tanggal 27-29 Juli 2016 telah mengadakan pelatihan “Pembangunan Permanent Sample Plots (PSP) dan Pengukuran Karbon Hutan” di Hotel Horison Samarinda dan Arboretum B2P2EHD. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan PSP, pengukuran, dan perhitungan karbon hutan agar dapat memahami secara menyeluruh mengenai definisi dan metode pengukuran karbon di lapangan, sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi yang kuat terhadap pelaksanaan pembangunan PSP, pengukuran, dan pemantauan karbon hutan di Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala B2P2EHD, Ir. Ahmad Saerozi yang kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh narasumber. Pemateri pertama, Dr. Zahrul Muttaqien sebagai wakil dari P3SEKPI menceritakan mengenai latar belakang Carbon Fund (CF) FCPF. Beliau menyampaikan bahwa mekanisme CF merupakan uji coba imbal jasa untuk pengurangan emisi berbasis lahan. “Pembayaran dilakukan jika pelaksana program pengurangan emisi sudah bisa membuktikan bahwa pengurangan emisi telah tercapai”, demikian ujarnya.

Pemateri kedua, Dr. Fadjar Pambudhi menjelaskan tentang sistem MRV. Pada presentasinya Fadjar menyampaikan bahwa sistem MRV diperlukan sebagai jaminan komitmen negara-negara peratifikasi UNFCCC dalam implementasi REDD+, untuk mengakomodir wilayah yang beragam, dan membangun dasar yang kokoh untuk mekanisme insentif berbasis kinerja. Dr. Fadjar juga menyampaikan bahwa pembangunan PSP sangat penting untuk mengetahui berapa besar stok karbon pada tiap tipe penutupan lahan, sehingga nantinya dapat dilihat gambaran emisi yang lebih baik.

Pada sesi selanjutnya penyampaian materi lebih bersifat teknis terkait dalam praktik pelaksanaan pembuatan PSP. Beberapa materi disampaikan dengan baik dan komprehensif oleh narasumber, yaitu R. Fatmi Noor’an, S.Hut, M.Si yang menyampaikan tentang pembangunan PSP secara umum, dan lebih spesifik lagi terkait pembangunan PSP di Kalimantan Timur oleh Nurul Silva Lestari, S.Hut, M.Sc.

Pelatihan pada hari kedua menitikberatkan pada cara pengukuran karbon hutan. Hadir kembali sebagai narasumber, yaitu R. Fatmi Noor’an, S.Hut, M.Si, Dr. Fadjar Pambudhi dan Agus Wahyudi, S.Hut, M.Si. Fatmi Noor’an sebagai pembicara pertama menyampaikan tentang pengukuran karbon hutan. Beberapa aspek teknis disampaikan oleh Fatmi, M.Si dalam presentasinya antara lain mengenai penentuan sampel plot, jenis data yang dikumpulkan, dan bagaimana pengukuran cadangan karbonnya.

Kemudian materi kedua disampaikan oleh Agus Wahyudi, S.Hut, M.Si yang fokus membahas pengukuran biomassa tumbuhan bawah dan serasah. Sedangkan materi terakhir merupakan sharing pengalaman dari Dr. Fadjar Pambudhi dalam membuat plot temporer di Hutan Lindung Sungai Wain di Kota Balikpapan. Selain itu, pada sesi selanjutnya disampaikan juga tentang cara pengisian tally sheet sebagai komponen pendukung dalam praktik pembangunan PSP, dan terakhir penyampaian materi tentang aplikasi database pemantauan karbon hutan oleh R. Fatmi Noor’an, S.Hut M.Si.

Pada hari ketiga, dilakukan praktik pembuatan PSP dan pengukuran biomassa hutan di Arboretum B2P2EHD. Hadir sebanyak 30 peserta dari berbagai institusi diantaranya DDPI Kalimantan Timur, MRV Kalimantan Timur, CeBERes-Universitas Mulawarman, UPTD PPA Dinas Kalimanan Timur, dan B2P2EHD. Dalam pelaksanaannya peserta dibagi menjadi dua tim masing-masing tim terdiri dari pengenal jenis, pencatat/labeling, pengukur diameter dan tinggi, pengambil sampel tanah dan penimbang, dan pembuat plot. Di akhir pelatihan dilakukan evaluasi serta penutupan dari Kepala P3SEKPI, Dr. Ir. Bambang Suprianto, M.Sc.

Sebagai penutup, Dr. Bambang menyampaikan bahwa pembangunan PSP di Kalimantan Timur bertujuan untuk melihat upaya Kalimantan Timur menurunkan emisi baik dari sisi tata ruangnya maupun kandungan karbonnya. Oleh karena itu, apa yang sudah dikerjakan sampai saat ini merupakan tindakan yang sangat mulia tidak hanya untuk kepentingan Kalimantan Timur, tetapi juga untuk kepentingan nasional bahkan internasional. Ke depan, dalam pelaksanaannya nanti diharapkan kesungguhan dari para pihak terkait agar memberikan hasil yang lebih baik. **MOI


 
Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 33568
Hits hari ini : 29
Total Hits : 498846
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015