KEGIATAN

Analisis mata pencaharian masyarakat untuk mendukung restorasi gambut
2017/06/08 - 02:15 am | 76 Klik

Rapat hasil penelitian analisis mata pencaharian masyarakat di lahan gambut di gelar pada hari senin, 29 Mei 2017 di ruang rapat Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) yang lalu. Program ini dilaksanakan oleh P3SEKPI bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Restorasi gambut telah ditargetkan sebesar 2,4 juta ha mulai tahun 2016 sampai 2020. Areal restorasi tersebar di 7 Provinsi (OKI, Musi Banyuasin, Kep. Meranti, dan Pulang Pisau). Dari target restorasi tersebut, terdapat 1,4 juta ha merupakan kawasan hutan yang dibebeani hak, sehingga kegiatan restorasi menjadi kewajiban pemegang ijin, sedangkan 600 ribu ha merupakan hutan lindung dan kawasan konservasi. Dengan demikian hanya 400 ribu ha areal target restorasi di APL dan dapat melibatkan masyarakat.

Dalam proses analisis yang direncanakan, akan ada beberapa tahap pelaksanaannya. Pertama identifikasi pola mata pencahararian masyarakat di areal gambut, yakni didalamnya terdapat identifikasi pennguasaan lahan gambut, identifikasi jenis-jenis tanaman gambut, dan analisis jenis-jenis sumber mata pencahariaan. Kedua, rentang tingkat pendapatan masyarakat gambut. Dalalm tahap kedua ada identifikasi kelompok masyarakat pemanfaat gambut, analisis pendapatan berbasis lahan dan non lahan, dan lain-lain. Tahap terakhir adalah rekomenddasi rekomendasi uapaya peningkatan pendapatan, yakni identifikasi jenis produk komersial, identifikasi pelaku pasar, dan identifikasi intervensi peningkatan pendapatan.

Rapat analisis mata pencaharian masyarakat di lahan gambut dilaksanakan sampai pukul 13.00 WIB. Penelitian analisis mata pencaharian masyarakat di lahan gambut diharapkan mampu mendukung implementasi restorasi gambut oleh BRG. -Faisal


 
Pengunjung hari ini : 57
Total pengunjung : 27235
Hits hari ini : 174
Total Hits : 452028
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015