KEGIATAN

Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Industri Semen
2018/03/01 - 09:07 am | 39 Klik

Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim (DPPPI) bekerja sama dengan Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan agenda Pojok Iklim pada Rabu (28/02) di Jakarta. Kali ini tema yang diangkat adalah “Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Industri Semen”.

Agenda ini dibuka oleh Noer Adi Wardojo dari DPPPI yang sekaligus sebagai moderator, kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Oepoyo Prakoso dari PT Holchim Indonesia. Oepoyo memaparkan kerja PT Holcim dalam mendukung pengurangan emisi CO2 yang tertuang dalam tiga tindakan, yakni penggunaan alternative fuels (bahan bakar alternatif), efisiensi listrik dan termal pada peralatan produksi, dan substitusi klinker (material semen setengah jadi).

Melalui tiga tindakan tersebut, dengan Menggunakan standar World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dari Inter-governmental Panel on Climate Change (IPCC) sejak 2010-2017 PT Holcim terbukti telah berkontribusi dalam mengurangi emisi CO2 dari 715 kg CO2/ton semen menjadi 652 kg CO2/ton semen atau sekitar 8,8%.

Ke depan, jika tiga tindakan inovatif yang dilakukan PT Holcim ingin diterapkan di seluruh Indonesia maka dibutuhkan kerjasama para pihak tekait, mulai dari pengembang, pemerintah pusat, sampai pemerintah daerah.



Editor: Hariono

Penulis: Faisal Fadjri


 
Pengunjung hari ini : 35
Total pengunjung : 35299
Hits hari ini : 67
Total Hits : 511240
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015