KEGIATAN

Pembangunan Tropical Peatland Reasearch Centre Bukti Komitmen Indonesia sebagai Pusat Penelitian Gambut Dunia
2018/04/30 - 03:54 am | 59 Klik

P3SEKPI-Dewan Pertimbangan Peninjauan Perubahan Iklim (DPPPI) kembali menyelenggarakan Pojok Iklim, dengan tema “Pembangunan Tropical Peatland Research Centre.” Agenda ini dihelat di Kantor KLHK, Jakarta pada Jumat (27/04/2018).

Hadir sebagai pembicara yakni Kirsfianti L. Ginoga, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan yang mempresentasikan “Tropical Peatland Research Peatland Centre” dan Sri Parwati Murwani B., Direktur Pengendalian Kawasan Gambut dengan paparan “Indonesia Policy and Implementation on Peatland Protection and Management”. Agenda yang dipadati oleh pemerhati gambut ini dimoderatori oleh Doddy Sukadri.

Kirsfianti menyampaikan bahwa kemajuan Indonesia dalam mengelola gambut telah diakui dunia dan Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan pengetahuan mengenai gambut. Pembangunan Pusat Penelitian Gambut Tropis adalah bukti komitmen tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa potensi Litbang sebagai pusat ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pengelolaan gambut tidak perlu diragukan. “Pada Litbang terdapat pembelajaran iptek dan inovasi restorasi gambut, ada 130 ribu ha demplot riset paludiculture agroforestry lahan gambut di Tumbang Nusa”, demikian Kirsfianti.

Di paparan kedua, Sri Parwati Murwani menjelaskan kebijakan mengenai pengelolaan gambut di Indonesia. “Kebijakan terkait pengelolaan gambut dilakukan sejak tahun 1990 dengana adanya Inpres. Dan yang terbaru yaitu PP No. 57 tahun 2016”, ujarnya. 

Namun menurutnya, pelaksanaan restorasi gambut antara Pemerintah dengan stakeholder terkait serta masyarakat masih ada gap. Ketersediaan informasi, keakuratan data, dan pengemasan bahan-bahan untuk stakeholder engagement menjadi tantangan.

“Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah komunikasi antara kami sebagai pihak regulator dengan stakeholder lain, pemberian informasi yang tepat dan mudah diakses, serta distribusi pengetahuan yang tidak hanya bergantung pada edukasi namun budaya dan kebiasaan masyarakat”, katanya.


 
Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 37148
Hits hari ini : 189
Total Hits : 524154
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015