KEGIATAN

FGD Kegiatan Kerjasama Penelitian Enhancing smallholder benefits from Reduced Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Indonesia, di Palangkaraya
2015/02/25 - 03:33 am

FGD dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai status terkini kebijakan, program, kegiatan, dan inisiatif persiapan dan pelaksanaan REDD+ di tingkat provinsi. FGD dihadiri oleh Tim Peneliti dan staf dari Puspijak, perwakilan Lembaga swadaya masyarakat seperti AMAN Kalimantan Tengah, serta instansi terkait seperti staf BLHD Kalimantan Tengah, TN Sebangau, serta perwakilan kelompok masyarakat lainnya.


Petunjuk Teknis Pembangunan Petak Ukur Permanen (PUP)
2014/12/21 - 11:49 pm

Pada hari Jum’at tanggal 19 Desember 2014 di R.Rapat Puspijak diadakan acara pembahasan Juknis Pembangunan Petak Ukur Permanen dan Inventarisasi Data Lapangan yang dihadiri oleh ahli pengukuran dan perhitungan cadangan karbon di Kementerian Lingkunan Hidup dan Kehutanan. Petunjuk Teknis merupakan panduan untuk masyarakat yang melakukan pengukuran dan penghitungan cadangan karbon sesuai dengan SNI 7724:2011.


Alih Teknologi "Iptek Dan Inovasi Perubahan Iklim Kehutanan Untuk Rakyat"
2014/12/15 - 02:34 am

Sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan hadir pada kegiatan Alih Teknologi dengan tema Iptek Dan Inovasi Perubahan Iklim Kehutanan Untuk Rakyat tanggal 12 Desember 2014 bertempat di ruang Rimbawan 2. Dalam laporan penyelenggaraannya, Kapuspijak menyebutkan bahwa ada “lima barang baru” yang akan dilempar ke masyarakat luas yang diharapkan dapat menjaring feedback serta perluasan jaringan kelitbangan, dan dapat mendukung kinerja kementerian.


Workshop Penyusunan Panduan Pelibatan Masyarakat Lokal Secara Efektif Dalam Implementasi REDD+ di Indonesia Bagian Timur
2014/11/26 - 04:29 am

“Lokakarya yang kita laksanakan ini merupakan langkah ketiga untuk menterjemahkan prinsip-prinsip dalam Safeguard REDD+ menjadi panduan yang berguna bagi masyarakat luas dimana dalam salah satu prinsip tersebut adalah penghormatan terhadap pengetahuan dan pelibatan masyarakat lokal”, demikian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. R. Oszaer., MS., Ketua Presidium Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Maluku dalam pengantarnya pada Workshop Panduan Pelibatan Masyarakat Lokal Secara Efektif Dalam Implementai REDD+ di Indonesia Bagian Timur.


Pembuatan Permanent Sample Plots (PSP) Di KHDTK Alas Ketu, Wonogiri, Jawa Tengah dan KHDTK Watusipat, Gunung Kidul, di Yogyakarta
2014/11/10 - 02:21 am

Direncanakan akan dibangun 36 Permanent Sample Plots (PSPs) untuk monitoring karbon hutan di KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Alas Ketu, Wonogiri, Jawa Tengah dan KHDTK Watusipat, Gunung Kidul, DIY. Pembangunan PSPs bertujuan untuk membangun PSPs di berbagai tipe hutan serta membangun database untuk setiap tipe hutan yang dapat memberikan informasi serapan dan stok karbon di suatu daerah.


FGD RPI 16 Ekonomi dan Kebijakan REDD+
2014/11/07 - 01:58 am

Perkembangan REDD+ Indonesia telah melalui fase kesiapan. Infrastruktur implementasi REDD+ telah dipersiapkan, meskipun demikian masih diperlukan upaya untuk perbaikan. Terdapat ketidaksinkronan kebijakan tingkat nasional dengan sub nasional yang menyebabkan implementasi REDD+ belum berjalan secara efektif. Diperlukan keterbukaan informasi antar sektor dan sosialisasi prosedur dan metodologi pengukuran dan mekanisme pelaporan kinerja penurunan emisi.


FGD Ekonomi dan Kebijakan REDD+ sebagai upaya sinergitas peran pemerintah, swasta dan masyarakat dalam implementasi REDD+ di Indonesia
2014/11/07 - 01:47 am

Keberhasilan implementasi REDD+ tergantung pada potensi manfaat ekonomi dan kebijakan yang dipersiapkan dalam mengurangi laju deforestasi dan degradasi hutan. Upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan berpotensi menurunkan manfaat ekonomi sehingga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.


FGD (Focuss Group Discussion) sehubungan dengan dikeluarkannya PP No. 71/2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut
2014/10/27 - 01:19 am

Pengusaha menilai bahwa aplikasi PP No. 71/2014 akan merugikan secara ekonomi sampai dengan trilyunan, menambah pengangguran karena industri pulp yang kesulitan bahan baku, sebagai akibat dari lahan gambut yang tidak bisa optimal dimanfaatkan.


FGD Dalam Rangka Analisis Stakeholder Penelitian"Enhancing Smallholder Benefits From Reduced Emissions From Deforestation and Forest Degradation in Indonesia"
2014/10/23 - 09:17 pm

Program pembangunan yang partisipatif memerlukan dukungan dari semua pihak (stakeholders) yang memiliki kepentingan atas program tersebut agar program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.


Lokakarya Sinergitas Program dan Kebijakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Mitigasi Perubahan Iklim
2014/10/19 - 04:57 am

“ Hutan adalah titipan anak cucu kita, kewajiban kitalah menjaga kelestariannya agar mereka kelak dapat menikmati keberadaan hutan”, demikian yang disampaikan oleh Ir. Ben Polo Maing, Kepala  Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya pada kegiatan Lokakarya Sinergitas Program dan Kebijakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Mitigasi PI serta Pembangunan dan Pengelolaan Permanent Sample Plot (PSP) 


 
Pengunjung hari ini : 11
Total pengunjung : 33567
Hits hari ini : 17
Total Hits : 498834
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015