PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI PEMANTAUAN KARBON HUTAN

Cara Akses

• Pada Sistem Operasi Windows, Linux atau Mac jalankan aplikasi browser (MozillaFirefox atau Google Chrome) lalu ketikan url tujuan.
• Sistem untuk input data karbon dapat diakses pada karbon.puspijak.org. Gambar 1 merupakan tampilan cara akses sistem.
• Sistem akan berjalan dengan baik dengan tampilan maksimal pada resolusi layar1366 x 768 piksel.

Apabila pada komputer atau notebook belum terdapat browser Mozilla firefox atau google chrome maka aplikasi tersebut dapat di download di situs masing masing atau di situs http://www.filehippo.com/software/internet klik aplikasi firefox atau google chrome versi terbaru. Unduh atau Download file tersebut lalu instal.

Spesifikasi Minimum

Sistem Aplikasi Pemantauan Karbon Hutan - FCPF dapat dijalankan secara online dengan spesifikasi umum:
• Komputer atau Notebook dengan prosesor minimum Pentium4 2.0 Ghz
• Kapasitas memori RAM minimum 512 MB
• Browser yang disarankan adalah Google Chrome versi 20.0.0 atau versi terbaru dan Mozilla Firefox versi 20.0 atau versi terbaru. Atau browser lainnya yang mendukung CSS3 dan HTML5. Untuk browser Internet Explorer tidak disarankan, karena sebagian besar versi Internet Explorer tidak mendukung CSS3 dan HTML5

Navigasi

Sistem Aplikasi Pemantauan Karbon Hutan - FCPF terdiri dari lima (5) navigasi yaitu beranda, profil, bantuan, kontak kami, dan statistik. Pada Gambar di bawah ini dapat dilihat tampilan secara keseluruhan.

Modul Utama

Navigasi pada beranda merupakan modul utama pada sistem aplikasi pemantauan karbon hutan ini. Terdiri dari 4 bagian utama yaitu peta monitoring, legenda peta, pencarian, dan tabel analisis hasil pencarian

Berdasarkan Gambar di atas, modul utama pada halaman beranda terdiri dari 4 bagian, yaitu :
1. Peta Monitoring
2. Legenda Peta
3. Pencarian
4. Hasil Pencarian

Peta Monitoring

Peta Monitoring pada halaman beranda berfungsi untuk mengetahui persebaran plot-plot karbon hutan di Indonesia. Peta yang digunakan merupakan integrasi dari google map. Tampilan peta monitoring dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

Legenda Peta

Legenda peta berfungsi untuk memberi keterangan mengenai klasifikasi pembagian tutupan lahan pada plot karbon. Tipe hutan diklasifikasikan berdasarkan 11 kategori yang digunakan oleh planologi dan 1 kategori untuk mengindikasikan plot yang tidak diketahui klasifikasinya, yaitu :
1. Belum diketahui
2. Hutan lahan kering primer
3. Hutan lahan kering sekunder
4. Hutan rawa primer
5. Hutan rawa sekunder
6. Htan mangrove primer
7. Hutan mangrove sekunder
8. Hutan tanaman
9. Semak/Belukar
10. Savana
11. Belukar rawa
12. Rawa

Pencarian

Pencarian plot-plot karbon dapat dilakukan berdasarkan 3 parameter yaitu berdasarkan tahun, lokasi, dan tipe hutan. Tampilan modul pencarian dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Untuk melakukan kueri pencarian dapat dilakukan dengan memilih parameter pencarian kemudian klik tombol cari data setelah itu akan muncul link “Lihat Hasil Analisis” untuk melihat tabel hasil analisisnya. Untuk melakukan pencarian lagi tekan tombol reset data untuk membersihkan hasil pencarian sebelumnya.

Tabel Hasil Pencarian

Tabel hasil pencarian dapat dilihat setelah klik link hasil pencarian. Tampilan hasil pencarian dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Berdasarkan Gambar di atas, tabel analisis terdiri dari 4 fitur:
1. Keterangan Pencarian
Merupakan informasi mengenai parameter pencarian yang dipilih dan hasil total plot yang ditemukan.
2. Tabel Analisis
Merupakan tabel hasil analisis dari plot-plot berdasarkan parameter pencarian dengan informasi kode plot, kabupaten, provinsi. Posisi, tanggal pengamatan, tipe hutan, dan jumlah karbon pada 5 cadangan karbon yaitu pohon (pohon, pancang, tiang, akar, semai), necromass, tumbuhan bawah, serasah, tanah, dan total karbon untuk setiap tahun (tahun berdasarkan parameter tahun yang dipilih pada pencarian).
3. Scroll atas – bawah
Tabel dapat discroll ke atas-bawah
4. Scroll kiri – kanan
Tabel dapat discroll kiri-kanan

Sebaran Diameter

Untuk mengetahui informasi sebaran diameter dapat dilakukan dengan klik info kode plot pada tabel plot atau plot pada peta monitoring dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.


Statistik

Selain modul utama, terdapat modul statistik untuk mengetahui ringkasan mengenai jumlah plot pada masing masing provinsi. Untuk mengakses modul statistik dapat diakses pada navigasi utama yaitu statistik. Halaman statistik dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Untuk mengetahui ringkasan statistik dapat dilakukan dengan klik salah satu provinsi yang ingin dilihat ringkasan statistiknya. Hasil ringkasan statistik dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Perhitungan Karbon

Pohon
Perhitungan cadangan karbon pada pohon terdiri dari 5 bagian, yaitu :
1. Semai Timbang
Perhitungan:
Berat kering total (gr) = (Berat kering sampel/Berat basah sampel) x Berat basah total
Karbon C (Ton/ha) = Berat kering total(gr) x 0.47/1000000
Karbondioksida CO2(Ton/ha)== ((Berat kering total(gr) x 0.47) x (44/12)) / 1000000

2. Semai Allometrik, Pancang, Pohon, Tiang
Perhitungan:
a. Volume
Volume = 0.25 x 3.14 x (DBH/100)^2 x Tinggi x 0.6

b. Persamaan Allometrik
- Chaves (2005) = (koefisien x Berat Jenis Kayu x (DBH^n) x Tinggi)
- Ketterings (2001) = (0.11 x Berat Jenis Kayu x (DBH^2.62)
- Wayan dan Chairil (Badan Litbang Kehutanan, 2010) = (0.1728 x (DBH^2.2234 )

c. Karbon / C
- Chaves (2005) = ((koefisien x Berat Jenis Kayu x (DBH^n) x Tinggi) x 0.47) / 1000
- Ketterings (2001) = ((0.11 × Berat Jenis Kayu x (DBH^2.62)) x 0.47 ) / 1000
- Wayan dan Chairil (Badan Litbang Kehutanan, 2010) = ((0.1728 x (DBH^2.2234)) x 0.47 ) / 1000

d. Karbondioksida / CO2
- Chaves (2005) = ((koefisien x Berat Jenis Kayu x (DBH^n) x Tinggi)x 0.47 x (44/12)) / 1000
- Ketterings (2001) = ((0.11 x Berat Jenis Kayu x (DBH^2.62)) x 0.47 x (44/12) ) / 1000
- Wayan dan Chairil (Badan Litbang Kehutanan, 2010) = ((0.1728 x (DBH^2.2234)) x 0.47 x (44/12)) / 1000

* Keterangan DBH : Diameter setinggi dada
Koefisien dan n :
- Curah hujan 1500 - 3500 mm/tahun, koefisien = 0.0509 dan n=1
- Curah hujan > 3500 mm/tahun, koefisien = 0.0776 dan n= 0.94
- Curah hujan < 1500 mm/tahun, koefisien = 0.112 dan n= 0.916

3. Akar
- Biomassa di bawah permukaan (kg) = Nisbah Akar Pucuk (NAP) x Biomassa di atas permukaan
- Karbon = (Biomassa di bawah permukaan (kg) x 0.47) / 1000
- Karbon dioksida=((Biomassa di bawah permukaan(kg)x 0.47) x (44/12)) / 1000

Necromass
a. Deadwood Berdiri
- Volume (m3) =(0.25 x 3.14 x (d_pangkal + d_ujung/200)^2 x panjang)
- Berat Kering Total (kg) = Volume x Berat Jenis Kayu
- Karbon C (Ton/ha) = Berat Kering Total (kg) x 0,47 x kondisi (%) / 1000
- Karbondioksida CO2(Ton/ha)= = (Berat Kering Total(kg) x 0,47 x kondisi (%) x 44/12) / 1000

b. Deadwood Tidak Berdiri
- Berat kering total (gr) = (Berat kering sampel/Berat basah sampel) x Berat basah total
- Karbon C (Ton/ha) = Berat kering total(gr) x 0.47/1000000
- Karbondioksida CO2(Ton/ha)== ((Berat kering total(gr) x 0.47) x (44/12)) / 1000000

Tumbuhan Bawah dan Serasah
- Berat kering total (gr) = (Berat kering sampel/Berat basah sampel) x Berat basah total
- Karbon C (Ton/ha) = Berat kering total(gr) x 0.47/1000000
- Karbondioksida CO2(Ton/ha)== ((Berat kering total(gr) x 0.47) x (44/12)) / 1000000

Tanah
- Volume ring sampler (cm3) = 3.14 x (jari-jari)2 x tinggi
- Bulk Density (gr/cm3) = (Berat kering sampel/Volume ring sampler)
- Kandungan karbon C (ton/ha) = (tebal kedalaman x bulk density x C (%)) X 100